Friday, January 11, 2013

Kode Etik Guru Diberlakukan Januari 2013

0 comments
Menurut Ketua Pengurus Besar PGRI, Sulistyo pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun ke-67 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bahwa kode etik guru direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2013, demikian katanya saat memberikan sambutan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendikbud Mohammad Nuh serta ribuan guru dari seluruh Indonesia, dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun ke-67 PGRI di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, (4/12).

Sulistyo menjelaskan, guru telah ditetapkan sebagai profesi pada akhir tahun 2004 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian Undang-undang Guru dan Dosen, disahkan pada akhir tahun 2005 saat pemerintahan Presiden SBY juga. Momentum tersebut merupakan salah satu revolusi terbesar dalam pengelolaan guru.

Kemudian pada tahun 2008, PGRI menyelenggarakan kongres dan telah menyusun serta menetapkan kode etik guru yang lebih lengkap dan rinci sebagai perbaikan atas kode etik yang telah dimiliki PGRI sejak tahun 1973. Kode etik tersebut berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan.

Untuk menegakkan kode etik guru sesuai UU Guru dan Dosen Pasal 44, PGRI telah membentuk Dewan Kehormatan Guru Indonesia sampai tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. “Kami mengharapkan dukungan berbagai pihak khususnya pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki wewenang besar terhadap pengelolaan pendidikan dan guru di daerah,” tutur Sulistyo.

Diharapkan, jika kode etik guru dapat dilaksanakan dan ditegakkan dengan baik, kompetensi guru, khususnya kompetensi kepribadian dan sosial akan dapat ditingkatkan, sehingga profesionalitas guru juga semakin baik.

Sumber : Kemdikbud
Read more

Konsep Pelatihan Guru untuk Kurikulum 2013

2 comments
Perubahan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengimplementasikan program tersebut di lapangan. Guna memaksimalkan perubahan kurikulum tersebut tidak cukup dengan sosialisasi tetapi perlu adanya pembenahan di berbagai sarana dan prasarana pendukung program itu. Jika sarana pendukung seperti guru tidak diberi pemahaman yang memadai terhadap kurikulum ini, maka implementasinya akan terjadi seperti kurikulum sebelumnya.

Menurut Kemdikbud konsep pelatihan guru dalam menghadapi kurikulum 2013 akan dilakukan dengan menggunakan metode master teacher. Guru-guru berprestasi dan memiliki skill atau kemampuan mengajar yang baik akan dilatih terlebih dahulu untuk kemudian menyampaikan ilmu yang didapat kepada guru yang lain. yang termasuk guru-guru berprestasi diantaranya guru juara lomba nasional, guru teladan nasional, guru terbaik di sekolah-sekolah swasta, negeri, sekolah internasional, serta sebagian dosen dan praktisi sebagai pelatih. Mereka yang akan memberikan pelatihan ke guru-guru yang akan menjadi master teacher.

Tiga hal yang penting dalam pelatihan guru ini adalah materi pelatihan, target guru yang dilatih, dan metode pelatihan yang digunakan. Guru yang mendapat prioritas pelatihan adalah guru kelas I, IV, VII, dan X dengan materi seputar konsep kurikulum baru. Sebenarnya, opsinya kan ada beberapa terkait teknis pelaksanaan. Tetapi, kemungkinan besar adalah diterapkan pada kelas I, IV, VII, dan Xa, demikian seperti dijelaskan Mendikbud Mohammad Nuh.

Dalam setiap pelatihan nantinya akan selalu ada pre-test dan post test. Dari kegiatan tersebut akan terlihat master teacher terbaik. Sehingga kita punya stok master teacher. Salah satu tujuan konsep master teacher ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru, dan memotivasi guru untuk berprestasi.

Guru-guru yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan menjadi master teacher tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari tingkat kabupaten. Pemerintah (Kemdikbud) ingin membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk berprestasi. Karirnya tidak hanya berupa tunjangan profesi, pangkat, tapi ada status yang lain, yaitu master teacher.

Pelatihan guru akan dilakukan secara paralel dengan pelatihan master teacher, yaitu berupa angkatan. Begitu angkatan satu master teacher selesai dan dinyatakan qualified, dia langsung terjun ke lapangan, training guru-guru di berbagai tempat. Sementara angkatan master teacher yang pertama melakukan pelatihan untuk guru-guru, pelatihan angkatan kedua untuk master teacher terus dilakukan, dan seterusnya. Dalam menjalankan pelatihan guru tersebut, Kemdikbud akan terus menjamin quality control para guru yang menjadi peserta pelatihan.

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penentu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah daam pembinaan dan pengawasan; dan (iii) penguatan manajemen dan budaya sekolah.







Berkait dengan faktor pertama, Kemdikbud sudah mendesain strategi penyiapan guru sebagaimana digambarkan pada skema penyiapan guru yang melibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widyaswara, guru inti, pengawas, kepala sekolah; guru utama meiputi guru inti, pengawas, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting daripada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.


Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan besar di dalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Anggaran Pelatihan Guru 2013

Mendikbud M Nuh menyatakan pelatihan guru pada perubahan kurikulum 2013 telah dianggarkan dalam APBN 2013. Menurut beliau anggaran pelatihan guru pasti ada dan telah ditandangani pada 21 Desember 2012 bersama DPR pada APBN 2013. Justru naif, bila kita tidak menggangarkan pelatihan guru.

Seperti diketahui pada anggaran kurikulum 2013 Kemendikbud telah mengajukan sekitar Rp530 miliar untuk implementasi tahap awal kurikulum 2013. Masalah anggaran ini sempat menjadi polemik antara Kemendikbud dan anggota Komisi X DPR. Kemendikbud menyatakan sudah disetujui DPR, sedangkan salah satu Fraksi DPR, F-PPP, menyatakan mempending.

Dalam kesempatan itu, Nuh menjelaskan kesiapan pelatihan guru pada kurikulum 2013 meliputi di tingkat SD untuk 44.666 sekolah akan dilatih 241.196, guru.Untuk tahap pertama 30 persen bagi SD, sedangkan untuk tingkat SMP sebanyak 36.435 sekolah dan 342.489 guru dan 21.230 SMA terdiri 22.135 guru.

Menurut Mendikbud dalam pendekatan kurikulum mesti dipilah-pilah, sebab kurikulum adalah materi sedangkan guru itu lebih dekat yang menyampaikan. Guru dan semua guru yang masuk dalam organisasi profesi hendaknya berperan serta dalam melatih guru sebagai bentuk aktivitas positif organisasi.

Sumber : Kemdikbud dan Metrotv News
Read more
 
Diklat Online © 2011 Bank Soal & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends